Nabi Berpesan, “La Taghdhab”
2009

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik, Bukhari dan Tirmizi, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang lelaki, “Wahai Rasulullah, pesanlah sesuatu kepada aku..” Lalu Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu marah”.
Pesanan itu nampak ringkas, tetapi di sitiulah letaknya nilai fikiran manusia. Kadang-kadang emosi yang menguasai akal mampu memandu anggota melakukan sesuatu perkara yang akhirnya dikesali. Kita mampu untuk menyatakan kalimah ‘sabar’ tetapi bila tiba masanya untuk melaksanakan, kadang-kadang kitalah yang cepat tangan.
Hari ini, terkasima saya menatap berita seorang warga menikam isterinya sampai mati kerana meminta cerai. Kejadian yang berlaku di Alor Setar itu membayangkan bagaimana teruknya manusia bila dikuasai emosi. Lebih menyedihkan, ditayangkan gambar suspek yang memakai kopiah diiringi oleh pihak polis.
Warga emas itu tentu sekali tidak mahu menghabiskan hidup di penjara, apatah lagi mahu mengakhirinya di tali gantung. Dia maupun kita, kalau mengambil masa seketika untuk hanya mengingati nama Allah, nescaya akan bersih dunia ini dari maksiat.
Namun sayang, kita sendiri, kadang-kadang membiarkan akal dikuasai emosi, membenarkan sepanjang hidup dibebani sesal, semata-mata tidak mampu untuk bersabar untuk satu saat. Beringatlah!
Maksud firman Allah : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang MENAHAN AMARAHNYA DAN MEMA’AFKAN (KESALAHAN) ORANG. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. (Surah Ali Imran, ayat 133-135)











